Perbandingan Profesi yang tidak terdaftar di perdata profesi

Perbedaan Profesi Parkir dan Profesi Tukang cukur rambut

 

Profesi Tukang cukur rambut

Tukang cukur adalah ahli mencukur rambut yang membuat penampilan laki-laki menjadi lebih rapi dan modis. Itulah definisi sederhana mengenai tukang cukur, sebuah profesi yang mungkin telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Profesi ini pasti ada di bangsa apapun, di negara manapun.  Untuk wanita, tentu tidak akan  pergi ke tukang cukur kalau ingin merapikan dandanan rambutnya, melainkan ke salon kecantikan. Tukang cukur atau tukang pangkas rambut atau tukang potong rambut sebenarnya merupakan profesi yang cukup penting. Bayangkan, apa yang bakal terjadi apabila di dunia ini tidak ada tukang cukur. Semua pria pasti brewokan, jenggotan, gondrong dan kumal. Di India, Pakistan, Bangladesh, Afghanistan  dan negara-negara Arab, yang rata-rata prianya berjenggot dan brewokan, tetap butuh tukang cukur guna merapikan rambut, brewok, jenggot dan kumisnya itu. Jika di negara Barat, tukang cukur disebut “barber”, yang dekat sekali dengan “barbar”. Tidak berarti tukang cukur adalah orang barbar, tentunya. Indonesia yang menurut Biro Pusat Statistik berpenduduk 230 juta dan katakanlah 100 juta diantaranya adalah laki-laki, dan katakanlah 60 juta di antaranya sudah layak cukur, maka bisa dibayangkan berapa besar peluang pasar yang terbuka untuk jasa cukur ini.  Setiap bulan, secara bergiliran, ada 60 juta  pria akan mencukur rambutnya. Barangakali, peluang bisnis ini belum sempat dilirik oleh konglomerat kita. Padahal, dengan membuka ribuan tempat cukur, akan mampu mengurangi pengangguran. Untuk menjadi tukang cukur tidak dibutuhkan pendidikan tinggi. Yang penting harus memiliki kesabaran, ketelitian, sedikit bakat dan kemauan untuk selalu meningkatkan kemampuan. Kesabaran merupakan unsur paling penting. Mungkin Ruhut  Sitompul tidak cocok untuk menjadi tukang cukur, karena itulah, ia menjadi anggota DPR. Tetapi jangan salah, ada juga tukang cukur yang berada dalam lingkup DPR, dibawah pohon rindang. Tukang cukur DPR ini berpraktek dibawah sebuah pohon, cukup dengan sebuah kursi lipat, meja kecil, sebuah cermin, sebuah gunting rambut, pisau cukur dan alat pemotong yang selalu berbunyi gres-gres. Profesi ini kadangkala dianggap rendah oleh mereka sendiri. Mereka merasa malu mengaku berprofesi sebagai tukang cukur. Padahal, pendapatan mereka rata-rata berada diatas UMR. Bahkan, ada seorang tukung cukur yang beranak sembilan orang, mampu membiayai rumah tangganya dengan berprofesi sebagai tukang cukur selama lebih dari 30 tahun. Katanya, pekerjaannya sebagai tukang cukur merupakan sebagian dari ibadahnya karena bisa memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggannya. Ia menyadari bahwa profesi tukang cukur adalah profesi seumur hidup, tanpa ada jenjang karir, kenaikan pangkat, dan kenaikan penghasilan. Semuanya bergantung kepada berkah dan rezeki yang dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Mencukur rambut merupakan salah satu kebutuhan bagi kehidupan manusia untuk memiliki penampilan yang rapi dan menawan, dengan memangkas sebagian rambut, maka seseorang bisa terlihat lebih percaya diri dalam beraktivitas dan berinteraksi dengan banyak orang. Salah satu profesi yang terkait dengan kebutuhan ini adalah pemangkas rambut atau yang lebih popular di masyarakat kita dengan panggilan tukang cukur rambut.

Profesi tukang cukur rambut yang menjadi objek penelitian penulis adalah tukang cukur rambut langganan penulis yang sejak kecil telah mencukur rambut di tempat kerjanya, bahkan sejak ayahanda penulis masih hidup dan masih bujangan pun telah mencukur rambutnya di tempat tesebut. Metode penelitian penulis akan tugas ini melalui wawancara dengan sang pencukur rambut. Penulis tidak hanya bertanya seputar etika pada profesi tukang cukur tersebut, tapi juga menanyakan banyak hal seputar pengalaman kerja dari profesinya sebagai tukang cukur yang telah beliau geluti selama hampir 30 tahun, yaitu sejak tahun 1982 beliau telah bekerja di tempat cukur rambut berkah jaya jalan pahlawan revolusi pondok bambu Jakarta Timur.

Profesi sebagai tukang cukur rambut merupakan salah satu bidang pekerjaan yang memiliki ciri khas unik sebagai usaha dibidang jasa. Cirri khas unik ini penulis terjemahkan sebagai profesi yang sangat sensitif karena tukang cukur bekerja di seputar kepala konsumennya dimana kepala merupakan salah satu bagian tubuh yang paling penting dalam mempengaruhi kewibawaan seseorang, maka dari itu dari hasil wawancara penulis dengan sang tukang cukur, penulis jadi banyak mengetahui rahasia dari si tukang cukur rambut yang telah lama berkiprah di bidang ini dan memiliki cukup banyak pelanggan yang loyal meskipun tarif harga jasanya tidak murah untuk ukuran tempat cukur rambut sekelas barbershop, yaitu sebesar 15 ribu rupiah untuk tarif orang dewasa, harga ini cukup besar dan hampir menyamai harga standar cukur rambut di sebuah salon.

5Pak Udin, tukang cukur pinggir jalan

Profesi Tukang Parkir

tukang parkir adalah pekerjaan yang berhubungan dengan mengatur tata cara parkir memarkir suatu kendaraan. dari suatu kendaraan itu mulai masuk parkir sampai kendaraan itu keluar parkiran, semuanya itu adalah tanggung jawab tukang parkir!
tukang parkir merupakan profesi yang terlatih bukan terdidik jadinya untuk dapat terjun dalam profesi ini anda tidak perlu bersekolah untuk belajar akan tetapi anda cuma perlu berlatih sampai anda dapat melakukan pekerjaan ini dengan baik dan lancar! sebagai tukang parkir hendaknya mempunyai atribut-atribut seperti ini:

  1. topi, tukang parkir tidak perduli panas terik ataupun hujan maka dari itu topi sebagai pelindung kepala sangat diperlukan!
  2. rompi atau jaket tukang parkir, rompi ini dipakai agar menandakan seseorang yang memakainya adalah tukang parkir!
  3. peluit, dibutuhkan untuk mengatur atau memberikan sinyal pada pembawa kendaraan yang ingin memarkirkan kendaraanya atau mengeluarkan kendaraannya. biasanya tukang parkir yang menggunakan peluit biasanya tukang parkir mobil!
tugas seoarang tukang parkir tidaklah mudah mereka haru melakukan kewajibannya dengan baik seperti halnya:
  • memparkirkan kendaraan dengan aman dan baik!
  • menjaga dan mengawasi kendaraan2 yang berada dalam kawasannya agar dalam situasi aman!
  • apabila cuaca panas terik tukang parkir harus menyediakan sesuatu untuk menutupi panas tempat duduk pada kendaraan sepeda motor (bisa juga mengelap tempat duduk motor tersebut memakai kain lap yang basah) [khusus kendaraan sepeda motor]!
  • mengeluarkan kendaraan dengan aman dan lancar! Biasanya tukang parkir adalah seseorang yang mempunyai kekuasaan di wilayah suatu parkiran (contohnya seperti pasar tradisional) dan tukang parkir juga harus mempunyai mata yang jeli karna tidak boleh kecolongan apabila suatu kendaraan mau keluar tidak diketahui maka uangpun tak dapat diraih.
Tukang Parkir dibedakan menjadi dua jenis yaitu tukang parkir resmi dan tukang parkir tidak resmi/liar. pada dasarnya kedua-duanya sama-sama mengemban tugas yang sama bedannya kalau resmi dikelolah oleh suatu badan/institusi tertentu seperti pemerintah atau suatu perusahaan tertentu, sedangkan tukang parkir tidak resmi/liar biasanya dikelolah oleh seseorang yang berkuasa di suatu wilayah tertentu.
yang menarik dari masalah ini adalah ternyata tukang parkir memiliki kode etik atau aturan-aturan tertentu terutama di kalangan tukang parkir tidak resmi/liar. aturan-aturan tersebut adalah:
  • Wilayah operasi biasanya di tentukan oleh jagoaan/preman dari wilayah tersebut.
  • Tarif sekitar Rp. 1000 sampai Rp. 2000 untuk mobil sedangkang motor sekitar Rp. 500 sampai Rp. 1000 untuk motor, tentunya tarif ini disamping tip yang diberikan oleh pelanggan.
  • Dalam satu wilayah parkir dikelolah/dipegang oleh 1 atau 2 orang.
  • Tip yang didapat dari pelanggan dikumpulkan dalam sehari dan dibagi rata untuk para tukang parkir yang sedang bertugas dan pemegang wilayah tersebut.
  • Untuk hasil tarif parkir ada 2 jenis pembagian pendapatan(tergantung peraturan yang ditetapkan oleh penguasa wilayah tersebut)yang pertama sistem bagi dua anatara tukang parkir yang sedang bertugas dengan pemegang wilayah tersebut, biasanya 60% : 40% dan yang satu lagi adalah sistem setoran, yaitu suatu wilayah tersebut menyetor sejumlah uang yang kisarannya kurang lebih Rp.100.000 sampai Rp. 200.000 per harinya tergantung wilayah dan kebijakannya.
  • Pembagian jam kerja untuk para tukang parkir ditentukan sendiri oleh tukang parkirnya, biasanya mengguakan sistem shiff.
  • Jika mengalami suatu masalah seperti nabrak atau lainnya ditangani oleh perorangan.

wpid-nafas_tukang_parkir_5

Ni Ketut Lastri (43) asal Jembrana telah bekerja sebagai tukang parkir di kawasan Jalan Diponegoro sejak 2001. (Jp Christo)

Referensi:

http://andrewsaputras.blogspot.co.id/2011/04/etika-tukang-parkir.html

http://fotokita.net/blog/2009/10/kisah-anda-pak-udin-tukang-cukur-pinggir-jalan/

http://friendbiz.blogspot.co.id/2009/02/profesi-tukang-parkir.html

http://ardiles10.blogspot.co.id/2011/04/etika-profesi-tukang-cukur-rambut.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s