EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Sejarah EYD ( Ejaan Yang Di Sempurnakan )

Sebelum EYD, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan, (sekarang Pusat Bahasa), pada tahun 1967 mengeluarkan Ejaan Baru (Ejaan LBK). Ejaan baru pada dasarnya merupakan lanjutan dari usaha yang telah dirintis oleh panitia Ejaan Malindo. Para pelaksaannya pun disamping terdiri dari panitia Ejaan LBK, juga dari panitia ejaan dari Malaysia. Panitia itu berhasil merumuskan suatu konsep ejaan yang kemudian diberi nama Ejaan Baru. Panitia itu bekera atas dasar Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan No.062/67, tanggal 19 September 1967.

Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama ditandatangani oleh Mentri Pelajaran Malaysia, Tun Hussein Onn dan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan.

Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57 Tahun 1972, berlaku sistem ejaan latin bagi bahasa Melayu (“Rumi”) dalam  istilah Bahasa Melayu Malaysia) dan Bahasa Indonesia. Di Malaysia, Ejaan Baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama ( ERB). Pada waktu pidato kenegaraan untuk memperingati HUT RI ke – XXVII, tanggal 17 Agustus 1972 diresmikan pemakaian Ejaan Baru untuk Bahasa Indonesia oleh Presiden RI. Dengan Keputusan Presiden No. 57 Tahun 1972, ejaan tersebut dikenal dengan nama Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).

Secara umum, hal-hal yang diatur dalam EYD adalah :

  1. Penulisan huruf, termasuk huruf kapital dan huruf miring.
  2. Penulisan kata.
  3. Penulisan tanda baca.
  4. Penulisan singkatan dan akronim.
  5. Penulisan angka dan lambang bilangan.
  6. Penulisan unsur serapan.

Sebelumnya “oe” sudah menjadi “u” saat Ejaan Van Ophuijsen diganti dengan Ejaan Republik. Jadi sebelum EYD, “oe” sudah tidak digunakan.

Pemakaian Huruf

  1. Huruf abjad

Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang A,B,C,D,E,F,G,H,I,J,K,L,M,N,O,P,Q,R,S,T,U,V,W,X,Y,Z.

  1. Huruf vokal

Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan  u.

  1. Huruf konsonan

Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b, c, d, e, f, g, h, i, j, k, l, m, n, o, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.

  1. Huruf diftong

Huruf diftong atau vokal ganda adalah huruf yang terjadi jika ada dua huruf vokal yang berurutan.Kedua huruf vokal tersebut harus berada di dalam satu suku kata dan menciptakan bunyi luncuran (bunyi yang berubah kualitasnya).Bunyi luncuran tersebut sama dengan lafal bunyi aslinya.

Dalam kamus bahasa Indonesia ada tiga huruf diftong, yaitu sebagai berikut :

  • Ai
  • Au
  • Oi

Adapun contoh penggunaannya :

  • Pantai
  • Pulau
  • Amboi
  1. Gabungan Huruf Konsonan

Penggabungan dua huruf konsonan,maka akan menghasilkan bunyi satu huruf konsonan seperti :

  • Sy
  • Kh
  • Ng
  • Ny

Adapun contoh penggunaannya :

  • Syarat
  • Khusus
  • Ngilu
  • Nyata
  1. Huruf Kapital

Ada beberapa cara penulisan huruf kapital dalam pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu sebagai berikut di bawah ini:

Huruf kapital (huruf besar) dipakai untuk pertama kata pada awal kalimat,sebagai berikut ini:

  • Dia datang ke rumah kemarin sore.
  • Perempuan berkerudung itu sedang menjahit baju

Huruf kapital juga digunakan sebagai huruf pertama petikan langsung,sebagai contohnya:

  • Shodiq bertanya,”Siapakah nama adikmu?”

Huruf kapital juga dipakai sebagai huruf pertama dalam kata ataupun ungkapan yang berkaitan dengan agama,kitab suci,dan Tuhan. Huruf kapital pun digunakan untuk penulisan kata ganti untuk Tuhan. Contoh:

  • Islam
  • Qur’an
  • Yang Maha Esa

Adapun untuk penulisan gelar kehormatan,penulisan huruf kapital terbagi menjadi dua,yaitu:

Huruf kapital selalu digunakan sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan,keturunan,dan juga keagamaan yang diikuti nama orang. Contoh:

  • Nabi Muhammad
  • Haji Muhammad Ikhsanudin
  1. Huruf Miring

Huruf miring adalah huruf yang sengaja ditulis miring agar terlihat berbeda dengan kata-kata lainnya.

Beberapa keterangan mengenai penulisan huruf miring tersebut :

Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku,majalah dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan,sebagai contohnya adalah sebagai berikut:

  • Pria itu selalu menikmati pagi harinya dengan membaca Media Indonesia .
  • Saya begitu menikmati cerita yang terdapat dalam novel 3 Pocong Idiot.

Huruf miring dalam cetakan juga sering digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf,bagian kata, atau kelompok kata tertentu, seperti contoh berikut :

  • Dia bukanlah mencuri tapi dicuri.
  • Huruf kedua di dalam abjad Indonesia adalah b.

Huruf miring juga bisa digunakan untuk penulisan ungkapan yang terbagi menjadi dua ketentuan, yaitu sebagai berikut :

  1. Huruf miring dalam cetakan digunakan untuk menuliskan kata ataupun ungkapan yang bukan bahasa Indonesia, seperti contoh berikut :
  • Adele adalah salah satu artis yang berhasil meraih penghargaan di acaraGrammy Awards 2012.

Namun,ungkapan asing yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka penulisannya pun diperlakukan sebagai kata Indonesia. Contoh:

  • Negara tersebut sudah beberapa kali mengalami kudeta.
  • Korps diplomatik mendapatkan perlakuan yang berbeda.
  1. Huruf Tebal

Ketentuan mengenai penggunaan huruf tebal dalam cetakan yang perlu kita ketahui :

Huruf tebal dalam cetakan bisa digunakan untuk menuliskan judul buku,bab, bagian bab, daftar isi,daftar table, daftar pustaka, indeks dan juga lampiran, seperti contoh berikut:

Judul                     : Dasar Hukum dan Hikmah Puasa Ramadhan

Bab                        : Bab 1 Shaum Ramadan

Bagian Bab           : A. Pengertian Shaum

                                    : B. Hukum Shaum

Namun sebaliknya,huruf tebal tidak bisa digunakan di dalam cetakan yang bertujuan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf,bagiankata,kata, atau kelompok kata; untuk keperluan itu,sebaiknya digunakan huruf miring, seperti contoh berikut :

  • Sholeh tidak mungkin membohongimu.
  • Awalan ter bisa diartikan paling.
  • Penggabungan kata rumah sakit seharusna ditulis terpisah.

Contoh yang seharusnya :

  • Sholeh tidak mungkin membohongimu.
  • Awalan ter bisa diartikan paling.
  • Penggabungan kata rumah sakitseharusna ditulis terpisah.

Huruf tebal dalam cetakan kamus digunakan untuk menuliskan lema (entri)dan sublema (subentri)serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi, seperti contoh berikut :

  • cabik a koyak (robek,sobek) panjang ;
  • ca.bik-cabik a koyak-koyak, robek-robek, sobek-sobek, suwir-suwir (tt benda-benda tipis seperti kain, kertas, daun): bajunya~;
  • men.ca.bik v menarik kuat-kuat sehingga koyak (robek, sobek); mengoyak; merobek; menyobek;

Penulisan Kata

  1. Kata dasar

Kata dasar merupakan kata yang ditulis dalam satu kesatuan,sebagai contohnya adalah sebagai berikut:

  • Endri mendatangi pesta ulang tahun temannya.
  • Rian sangat menginginkan kemeja itu.
  • Kantor pos sudah penuh dengan orang.
  1. Kata turunan

Ketentuan-ketentuan pemberian imbuhan

¯  Imbuhan baik yang berupa awalan, sisipan,akhiran ditulis dalam satu rangkaian bersama bentuk dasarnya. Contoh :

  • dibeli
  • kunjungan
  • gemetar

¯  Sebuah imbuhan harus dirangkaikan dengan tanda hubung apabila imbuhan tersebut ditambahkan pada bentuk singkatan atau kata dasar yang bukan bahasa Indoneia. Contoh :

  • di-PHK
  • me-recall

Apabila bentuk dasarnya berupa gabungan kata,maka awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Contoh:

  • bertepuk tangan
  • beradu pandang

Apabila bentuk dasar berupa gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus,maka unsur gabungan kata tersebut ditulis serangkai.Contoh :

  • dilipatgandakan
  • menyebarluaskan
  • menggarisbawahi
  1. Kata ulang

Untuk ketentuan cara pengulangan berdasarkan unsur ,terbagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut :

¯  Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan cara mengulang unsur pertamanya saja, seperti contoh :

  • bapak-bapak
  • berlari-lari

¯  Bentuk ulang gabungan kata yang unsur keduanya berupa adjektiva (kata sifat),maka pengulangannya ditulis dengan cara mengulang unsur pertama atau unsur keduanya dengan makna yang berbeda, seperti contoh :

¯  baju kecil   à  pengulangannya    à  baju kecil-kecil

à baju-baju kecil

  1. Awalan dan akhiran ditulis dalam satu rangkaian bersama dengan bentuk ulangnya,seperti contoh :
  • keibu-ibuan
  • dilebih-lebihkan
  • perundang-undangan
  • sejujur-jujurnya
  1. Gabungan kata

Unsurunsur gabungan kata yang lazim disebut dengan kata majemuk. Untuk kata seperti itu harus ditulis secara terpisah, seperti contoh :

  • Terjun payung,tanah air
  • Cantik jelita, gagah perkasa
  • Kapal terbang, kursi malas

Sedangkan penggabungan kata yang dapat menimbulkan kesalahan pengertian bisa ditulis dengan caramenambahkan tanda hubung diantara kedua unsurnya. Hal tersebut dilakukan untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. Contoh :

  • ibu-bapak kamiibu bapak-kami
  • anak-istri ahmad anak istri-ahmad

Namun untuk gabungan kata yang dirasakan sudah padu benar, maka gabungan kata tersebut harus ditulis serangkai. Contoh :

Benar salah
Acapkali acap kali
Bilamana bila mana
Daripada dari pada
Halalbihalal halal bihalal

Suku kata

Pemenggalan kata pada kata dasar yang benar dilakukan sebagai berikut :

Apabila di tengah kata terdapat huruf vokal yang berurutan ,maka pemenggalannya dilakukan diantara kedua huruf vokal tersebut, seperti contoh :

  • kuah :           ku-ah
  • buas :           bu-as
  • sais:           sa-is

Khusus untuk huruf diftong ai,au, oi tidak bisa dipengal. Contoh :

  • Pantai            :           Pan-tai
  • amboi            :           am-boi
  • Saudara         :           sau-dara

 

Kata depan

Kata depan di,ke,dan dari ditulis dengan cara terpisah kecuali dalam satu gabungan kata yang sudah biasa dianggap dalam satu kata, seperti pada kata kepada dan daripada.Contoh :

  • Saya ingin sekali bertamasya ke Malang .
  • Sudah lama Iyan berdiri di depan kelas seperti itu.
  • Dian baru saja pulang dari Semarang.

Namun, kata yang tecetak miring di atas, harus disambung untuk kalimat-kalimat di bawah:

  • Gitar itu sudah dibeli oleh Hari
  • Bu Sari menyerahkan kunci rumah itu kepada pemiliknya .

Partikel

Partikel lah,kah,dan tah ditulis dalam satu rangkaian dengan kata yang mendahuluinya. Contoh :

  • Bacalah berita utama di surat kabar itu!
  • Apakah isi dari novel layar terkembang ?
  • Apatah gunanya bermuram durja?

Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh :

  • Mereka pun akhirnya setuju dengan ide kami.
  • Para pelajar pun akhirnya memasuki kelasnya masing-masing.

Catatan:

Namun untuk partikel pun pada gabungan yang sudah kata yang sudah bisaa dianggap dalam satu kata,ditulis dalam satu bersama dengan kata yang mendahuluinya. Contoh:

  • Adapun penyebab dari kebakaran hutan tersebut belum diketahui.
  • Meskipun dalam keadaan sakit, silvia masih bisa mengerjakan tugasnya itu.

Singkatan dan akronim

Singkatan adalah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih .

Penulisan singkatan nama orang,nama gelar,sapaan,jabatan,ataupun pangkat diikuti dengan tanda titik di belakang tiap-tiap singkatan itu. Contoh :

  • Hj.Tuty Alawiyah :           Hajjah Tuty Alawiyah
  • Faris R.M.:           Faris Rustam Munaf
  • Drg. Parwati:           dokter gigi Parwati

Untuk penulisan singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf,maka awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak perlu diikuti dengan tanda titik.

Contoh :

  • MPR : Majelis Permusyawaratan Rakyat
  • OSIS: Organisasi Siswa Intra Sekolah
  • PPPK: Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
  • BCA: Bank Central Asia
  • SD: Sekolah Dasar

 

Angka dan bilangan

Penulisan bilangan dapat dinyatakan dalam dua cara dengan angka atau kata. Angka bisa dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor.

Bilangan di dalamteks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata harus ditulis dengan huruf,kecuali apabila bilangan tersebut dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan. Contoh :

  • Rina dan susi membaca buku itu hingga tiga kali.
  • Dari 89 peserta, 47 peserta memilih arya dan 43 peserta memilih Putra sebagai ketua remaja.

Jika ingin diletakkan pada awal kalimat,maka bilangan tersebut harus ditulis dengan huruf. Apabila lebih dari dua kata,susunan kalimat harus diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat. Contoh :

  • Sebelas orang pemain dari SMU pembangunan sudah bersiap-siap di lapangan sepak bola.
  • Keluarga pamuji mengundang 350 orang dalam acara pernikahan itu.

Kata ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya

Untuk kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya sedangkan untuk kata ganti -ku, -mu,dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.Hal tersebut bisa  kita lihat  melalui contoh berikut ini :

  • Bukumu baru dipinjam Elika .
  • Kutulis namamu dengan tinta emas .

Untuk kata ganti -ku, -mu, dan -nya ditulis dengan menggunakan tanda penghubung jika digabungkan dengan singkatan yang diawali dengan huruf besar.Contoh :

  • Siapa yang sudah menemukan KTP-ku ?
  • Kamu meninggalkan SIM-mu di rumah Nita.

PENGGUNAAN TANDA BACA

Tanda titik

Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan , seperti contoh :

  • Prastowo sedang belajar mengemudikan mobil.
  • Rudi berhasil lolos ujian tahap pertama

Namun tanda titik tidak bisa digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik.Contoh :

  • Sekolah kami dipimpin oleh Bapak Muhammad Jabir M.A.
  • Galih berkata, ”Sepedaku dibawa Roni.”

Tanda titik juga dipakai dibelakang angka ataupun huruf dalam satu bagan, ikhtisar atau daftar. Contoh:

Pengertian Salat

Shalat Fardhu

1.1.Pengertian Sholat Fardhu

1.2.Rukun Sholat Fardhu

1.3.Syarat Sah Salat Fardhu

Tanda titik juga bisa digunakan untuk memisahkan angka jam,menit,dan detik yang menunjukan waktu. Contoh :

  • Pukul 07.30.20 (Pukul tujuh lewat tiga puluh menit dua puluh detik)
  • Pukul 03.15.10 (pukul tiga lewat lima belas menit sepuluh detik)

Tanda titik juga bisa dipakai untuk memisahkan angka jam,menit, dan detik yang menunjukan jangka waktu , seperti contoh :

  • 9.30.14 (Sembilan jam,tiga puluh menit empat belas detik)
  • 0.0.40 (empat puluh detik)

 

Tanda koma

Tanda koma bisa digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu perincian ataupun pembilangan. Contoh :

  • Ibu ke warung membeli beras,kelapa,tepung terigu,dan sabun cuci.
  • Saya, Luki, Rian, Dian dan Yoga menghadiri pengajian

Tanda koma juga digunakan sebagai pemisah antara kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali,seperti di dalam contoh berikut ini :

  • Dia tidak jadi pergi ke Solo, tetapi ke Surabaya.
  • Saya bukan peyanyi, melainkan pencipta lagu.

Tanda koma juga bisa digunakan untuk memisahkan antara anak kalimat dengan induk kalimatnya jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya, seperti di dalam contoh berikut ini :

  • Agar bisa lulus ujian,maka kita harus belajar.
  • Karena dia ramah, maka ia disayangi orang.

Tanda titik koma (;)

a.)    Tanda titik koma dipakai untuk menggantikan kata penghubung dalam kalimat majemuk. Biasanya tanda tersebut digunakan memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara. Contoh:

  • Ibu memasak;bapak bekerja;bayu sedang belajar.
  • Saeful berangkat sekolah; Faris mencuci motor; Andi menjemur pakaian.

b.)    Tanda titik koma juga sering dipakai untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berwujud kelompok kata (frasa). Oleh karena itu, sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan. Contoh:

Isi dari Dekrit tersebut antara lain:

(1)   Pembubaran Konstituante,

(2)   Pemberlakuan kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS 1950

(3)   Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya

c.)    Penulisan tanda titik koma juga bisa digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih jika unsur-unsur setiap bagian tersebut dipisah oleh tanda baca dan kata hubung. Contoh:

  • Resita membeli buku ,pensil dan penggaris;baju, celana, dan kaos; pisang,apel, dan jeruk.
  • Agenda rapat kali ini berhasil membuat keputusan mengenai pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara; penyusunan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan program kerja; pendataan anggota, dokumentasi, dan aset organisasi.

Tanda titik dua (:)

Tanda titik dua sering digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti dengan rangkaian atau pemerian. Contoh:

  • Di dapur Elis hanya ditemukan: bawang merah, bawang putih dan garam
  • Feri pergi dengan membawa: pakaian ganti, perlengkapan masak dan obat-obatan.

Tanda titik dua juga sering digunakan sesudah kata atau ungkapan yang membutuhkan pemerian. Contoh:

Susunan Kepanitiaan Lomba Mewarnai Bersama Jawa Pos,

¬  Ketua              :Adetya Preteers

¬  Wakil               :Lucky Fidiantoro

¬  Bendahara       : Rian Novianto

¬  Sekretaris        : Dian Indra

Isi undangan,

¬  Hari                 : Ahad

¬  Tanggal           : 12 September 2015

¬  Pukul               : 19.30

¬  Tempat            : Kafe Taman Anggrek Blok 4

Tanda titik dua pun juga sering digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukan pelaku tertentu dalam sebuah dialog. Contoh:

Sandra             : Oh ,jadi kamu tidak di sana semalam ?  (sambil menggaruk kepala )

Sunan              : Tidak, aku mengisi pengajian bersama Ustadz  Azis.

Sandra             : Terus, siapa yang aku lihat semalam?

Tanda titik pun bisa digunakan di antara (a)jilid atau nomor dan halaman, (b) bab dan ayat dalam kita suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan,serta (d)nama kota dan penerbit buku acuan dalam sebuah karangan. Contoh:

  • Yusuf:14
  • Majalah Gadis, XLIV No. 10/2008: 9
  • Percakapan Bahasa Inggris, Buku Pintar: Yogyakarta

Tanda hubung ()

Tanda hubung digunakan menyambungkan suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris. Contoh:

Wati baru sadar bahwa ia sudah ketinggalan ke-

reta

Nino sedang menulis sebuah novel tentang dunia po-

cong

Tanda hubung juga dipakai untuk menyambung awalan degan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris. Contoh:

  • Dia sudah berjalan terlalu jauh sehingga ter-
  • jatuh karena sudah tidak kuat lagi.
  • Andra berhasil menyelesaikan uji-
  • an pertamanya.

Tanda pisah (–)

Tanda pisah sering digunakan sebagai pembatas dalam penyisipan kata ataupun kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat. Contoh:

  • Hukum itu – harus ditegakkan – tidak boleh memihak kepada siapapun.

Tanda pisah juga selalu digunakan untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau tambahan yang membuat kalimat tersebut menjadi lebih jelas. Contoh:

  • Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia – amanat Sumpah Pemuda – harus ditingkatkan

Tanda pisah digunakan diantara dua bilangan, tanggal, atau tempat sehingga nanti akan berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’. Contoh:

  • Tahun 1945–1965
  • Jakarta – Medan

Tanda tanya (?)

Tanda tanya digunakan pada akhir sebuah kalimat tanya, seperti didalam contoh berikut ini:

  • Siapakah nama gadis berkerudung merah itu ?
  • Kapankah Pangeran Diponegoro wafat?

Untuk menyatakan sesuatu yang disangsikan,tanda tanya bisa dimasukkan ke dalam tanda kurung. Contoh:

  • Dia seorang koruptor (?)
  • Sepeda roda tiga itu milik daksa belum ditentukan (?) ya

Tanda seru (!)

Tanda seru sering digunakan untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau kalimat perintah yang menggambarkan sebuah kesungguhan,larangan,ketidakpercayaan,permintaan,ataupun emosi yang meluap-luap. Contoh:

  • Pergilah kau !
  • Tolong temani nenekmu di rumah!
  • Jangan membuang sampah sembarangan!
  • Merdeka!

Tanda elipsis (………)

Tanda elipsis digunakan untuk membuat kalimat yang terputus-putus. Contoh:

  • Jika memang seperti itu …,marilah kita cari tanggal baiknya.
  • “kenapa kamu diam? Apakah …, kamu memang pelakunya?”

Tanda elipsis digunakan untuk menunjukan bahwa ada bagian yang dihilangkan dalam suatu kalimat atau naskah. Contoh:

  • Sebab-sebab dari kasus … akan diselidiki oleh pihak yang berwenang.
  • “ternyata dia adalah … sudahlah, mungkin hanya pikiranku saja.” Kata Bayu.

Catatan:

¯  Penulisan tanda elipsis itu harus didahului dan diikuti dengan spasi.

¯  Kemudian, jika igin menghilangkan satu bagian dalam sebuah kalimat, maka perlu dipakai 4 tanda titik, yang terdiri dari: 3 tanda titik untuk menandai penghilangan teks dan 1 tanda titik untuk menandai akhir kalimat.

¯  Tanda elipsis yang digunakan pada akhir kalimat tidak diikuti dengan spasi (4 tanda titik digunakan sekaligus)

Tanda petik ganda( “…….”)

Tanda petik sering digunakan dalam petikan langsung yang berasal dari dialog,naskah,atau bahan tertulis lain. Contoh:

  • Syarif bertanya ,”Apakah kamu libur hari ini ?”
  • Pasal 36 B berbunyi, “Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya”.

Tanda petik ganda juga digunakan untuk mengapit judul puisi, karangan,atau bab buku yang dipakai dalam sebuah kalimat. Contoh:

  • Buku yang berjudul “3 Pocong Idiot” adalah karya fenomenal dari Ipnu Rinto.
  • Oka sedang membaca “Mengapa Tidak Boleh Gemuk” dari buku berjudul Diet Oke Makan Oke.

Tanda petik tunggal (‘……’)

Tanda petik tunggal bisa digunakan dalam penulisan petikan yang terdapat di dalam petikan lain. Contoh:

  • “Pak, apakah bapak mendengar suara ‘kring ….kring’dari ruang tengah ?”

Tanda petik tunggal pun biasa digunakan untuk menyampaikan makna dari kata atau ungkapan. Contoh:

  • Buah tangan : ‘kenang-kenangan’
  • Keras kepala : ‘bandel’

Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna ,kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing. Contoh:

  • Download : ‘unduh’
  • Production house: ‘ rumah produksi’

Tanda kurung (…)

Tanda kurung sering digunakan dalam penulisan tambahan keterangan atau penjelasan. Contoh:

  • Pertandingan malam ini adalah PSIM (Persatuan Sepak Bola Indonesia Mataram) melawan persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya).

Tanda kurung juga bisa digunakan untuk mencantumkan keterangan ataupun penjelasan yang bukan bagian utama kalimat. Contoh:

  • Untuk lebih jelasnya, silahkan buka halaman 4 (table 10) tentang tingkat kriminalitas di Indonesia.
  • Kami bertiga belajar di Pare (25 km sebelah timur laut kota Kediri).

Tanda kurung digunakan juga untuk mengapit huruf atau kata yang kehadiran dan fungsinya di dalam sebuah teks dapat disembunyikan atau dihilangkan. Contoh:

  • Beberapa waktu yang lalu kami berkunjung ke(kota) Malang.
  • Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain (a)

Tanda kurungsiku [….]

Tanda kurung siku sering digunakan untuk mengapit huruf,kata atau kelompok sebagai bentuk koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang telah ditulis oleh orang lain. Tanda kurung tersebut berfungsi untuk menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. Contoh:

  • Ulang tahun [hari kemerdekaan ] Republik Indonesia jatuh pada hari selasa.
  • Galang memberikan sepotong roti [kepada] adiknya.

Tanda kurung siku juga sering digunakan untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Contoh:

  • Isi dari kedua pendapat ini (pertentangan keduanya dibicarakan di dalamBab III [lihat halaman 20-24]) perlu dijabarkan disini.

Tanda garis miring( / )

Tanda garis miring sering digunakan dalam penomoran surat, nomor pada alamat,dan juga dalam penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran. Contoh:

  • Nomor:010/PH/HM/BAKSOS/BEM-FE/VII/2007
  • Jalan Asmarandana IV/B-1
  • Periode 2009/2010

Tanda garis miring juga sering kali digunakan untuk mengganti kata atau, tiap, dan ataupun. Contoh:

  • Paket itu akan dirim melalui darat/udara.
  • Harga sewa rumah itu Rp5.000.000,00/tahun.

Tanda penyingkat atau opostrof

Tanda penyingkat ini digunakan untuk menghilangkan bagian dari kata atupun angka. Contoh:

  • Aditya ‘lah kuberi waktu untuk berpikir ‘(‘lah=telah )
  • Dia lahir pada tahun ’90. (‘90=1990)

Penulisan kata serapan

No Huruf Kata Asing Kata serapan
1 ‘(ain Arab)di akhir suku kata menjadi k Ruku’ Rukuk
2 cc di muka e dan I menjadi ks Accent Aksen
3 gh menjadi g Sorghum sorgum

Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia, maka tidak perlu lagi diubah.Contoh: kabar

Meskipun di dalam ejaan yang disempurnakan huruf q dan x sudah diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia, unsur yang mengandung kedua huruf itu tetap harus diubah ke dalam bahasaIndonesia sesuai dengan kaidah-kaidah. Kedua huruf tersebut harus dipakai dalam pembedaan nama dan istilah khusus .

Berikut beberapa penyesuain akhiran asing dalam bahasa Indo

No Huruf Kata Asing Kata Serapan
1 aat (Belanda )menjadi -at advocaat Advokat
2 -al (inggris ),eel(Belanda), -aal (belanda )menjadi – al Structural

normaal

Struktural

normal

3 -or tetap or Dictator Diktator

Daftar Pustaka :

Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. 2004. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnan.Jakarta: Pusat Bahasa.
Mustakim. 1996. Tanya Jawab Ejaan Bahasa Indonesia untuk Umum. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nazar, Noerzisri. 2004. Bahasa Indonesia dalam Karangan Ilmiah. Bandung: Huma-
niora.

http://wiwinrasmawati.blogspot.co.id/2015/11/ejaan-yang-disempurnakan-eyd.html

http://abasawatawalla01.blogspot.co.id/2013/02/ejaan-yang-disempurnakan-eyd-pengertian.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s